Kamis, 14 Januari 2016

About My Country


BUDAYA, MAKANAN DAN CIRI KHAS KOTA PASURUAN
Disini, saya akan membahas mengenai kota Pasuruan merupakan sebuah kota yang terkenal sebagai kota santri sehingga seni dan budaya di kota Pasuruan ini banyak di warnai dengan nuansa Islami. Kota Pasuruan memiliki ke anekaragaman kesenian daerah yang atraktif dan komunikatif dengan tata cara kehidupan masyarakat, terutama masyarakat pedesaan dan nelayan. Selain kegiatan seni modern, beberapa seni tradisional tetap di pertahankan hingga saat ini. Dimana kota Pasuruan ini berada di jalur utama Surabaya-Banyuwangi yang letak geografisnya strategis.
Adapun kesenian yang ada di kota Pasuruan, sebagai berikut :

Budaya Kota Pasuruan
1. Tari Terbang Bandung
Tari Terbang Bandung merupakan drama tari tradisional khas rakyat Pasuruan yang merupakan perkembangan dari seni hadrah. Tari Terbang Bandung di mainkan oleh dua atau lebih group, dimana pemainnya adalah wanita. Drama Tari Terbang Bandung ini merupakan perbandingan permainan instrument, kecakapan menari dan ke megahan tata busana antara dua group terbang yang sedang bertanding.


2. Tari Merak Abyor
Tari Merak Abyor merupakan Sanggar Seni Dharma Budaya Kota Pasuruan yang merupakan komunitas kesenian daerah khususnya seni tari yang masih berkembang sampai saat ini di lingkungan masyarakat kota Pasuruan yang di kenal sebagai masyarakat yang Islami (masyarakat santri).

 



3. Pencak Silat Kuntu
Pencak Silat Kuntu merupakan seni bela diri yang sudah ada sejak jaman Pemerintahan Belanda di Indonesia. Padepokan Pencak Silat Kuntu yang berada di Pedukuhan Mancilan sudah ada sejak jaman Belanda. Pencak silat Kuntu teus berkembang dan telah menghasilkan banyak pendekar.


Pendekar Kuntu tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga berusaha mengisi tubuhnya dengan kekuatan kanuragan sehingga memiliki kekebalan tertentu. Selain untuk pertahanan diri, gerakan-gerakan dalam pencak silat ini cukup indah dan mengandung nilai seni.


Makanan Khas Kota Pasuruan
Makanan khas kota Pasuruan adalah bipang janngkar, roti matahari, kue cenil, dan keripik singkong. Makanan khas kota Pasuruan ini rasanya sangat identik dengan makanan tradisional seperti nasi rawon, sate komo, lontong balap bumbu kuning, dan kupang keraton.

1. Bipang Jangkar
Bipang jangkar merupakan olahan dari beras yang kemudian dicampur dengan gula yang melalui proses penjemuran di bawah terik matahari dan kemudian di goreng. Saat ini bipang jangkar di produksi dengan berbagai macam rasa.


2. Kupang Keraton
Kupang adalah hewan yang hidup hanya di laut, warna tubuhnya coklat agak pucat. Kalau dalam kondisi sudah di masak maka pada bagian kepalanya berwarna hitam.






3. Lontong Balap

Lontong balap berkuah kuning yang terbuat dari taoge dengan bumbu kunyit, daun jeruk purut, bawang putih. Lebih nikmat di hidangkan dengan irisan lontong, lento dan petis, bagi penikmat rasa pedas bisa di tambahkan beberapa cabe rawit.



4. Roti Matahari
Roti matahari ini mempunyai berbagai macam bentuk, misalnya berbentuk pipih, ada juga yang berbentuk seperti burger, dan lain sebagainya. Roti matahari ini seerti roti sisir.



5. Kue Cenil
Kue cenil atau nama lainnya lupis. Terbuat dari tepung beras, di campur dengan perasan air jeruk nipis, garam, dan sedikit gula Setelah itu, adonan di bentuk memanjang dengan ke dua ujung meruncing. Setelah di rebus di dalam air yang mendidih sampai matang, adonan lupis di sajikan dengan parutan kelapa muda dan di kasih saus yang terbuat dari larutan gula kelapa. Makanan ini di kenal sebagai jajanan murah, bergizi dan mengandung sedikit koesterol. Cocok di makan pada saat berkumpul dengan keluarga.



6. Keripik Singkong
Makanan yang satu ini memang termasuk makanan merakyat. Rasanya renyah, asin, gurih, enak dan tidak membuat cepat kenyang di perut. Pembuatan keripik singkong ini membutuhkan bumbu antara lain : kapur sirih, air, garam, bawang putih, gula pasir dan minyak sayur. Bumbu yang perlu di haluskan, antara lain : bawang merah, cabai merah keriting dan garam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar